Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau. Cara Bermain : Kedua kaki menginjak titian yang terdapat pada masing masing bambu, kemudian langsung digunakan untuk berjalan.
Aturan permainan egrang dapat dibagi menjadi dua, yaitu perlombaan lari dan pertandingan untuk saling menjatuhkan dengan cara saling memukulkan kaki- kaki bambu. Perlombaan adu kecepatan biasanya dilakukan oleh anak-anak yang berusia antara 7-11 tahun dengan jumlah 2--5 orang.
Cara Bermain: Masukkan peluru ke dalam pipa bambu melalui salah satu ujung pipa, kemudian dorong perlahan menggunakan penyodok hingga ke ujung pipa yang lain. Untuk peluru, dapat digunakan kembang jambu air, kembang lamtoro, dedaunan licin (daun randu) yang diremas-remas, atau kertas bekas yang dibasahi dan dibentuk bulat-bulat.
Untuk cara bermainnya, kamu harus tentukan siapa yang akan mulai jalan terlebih dulu. Karena, bermain egrang tidaklah mudah. Permainan yang terbuat dari kayu atau bambu ini, dibuat bak tongkat yang bisa dinaikkan dan digunakan untuk berjalan. Bambu sendiri digerakan oleh empat orang, yang masing-masing menggerakan ujung bambu ke kiri
.
cara bermain egrang bambu